Minggu, 17 Mei 2015

Resep jamu gangguan pencernaan

Pada kesempatan ini kita akan bahas resep jamu untuk gangguan pencernaan diantaranya mengobati perut kembung, mengobati sembelit dan mengobati radang usus. Pada kesempatan yang lalu sudah saya tulis yang termasuk gangguan pencernaan juga yaitu diare pada halaman ramuan herbal untuk diare yang secara khusus membahas tentang diare dan pengobatan alaminya. Mengobati perut kembung Perut kembung sangat identik dengan masuk angin, dimana penyakit ini sangat menyiksa karena perut terasa sakit melilit dan sulit tidur. Penyebab dari perut kembung adalah, perut kosong, udara lembab, perjalanan jauh, atau banyak keluar rumah pada malam hari. Gejala perut kembung antara lain; • Perut terasa sakit melilit, kalau ditepuk seperti kendang. • Sesak nafas, gelisah dan susah tidur. [ Sesak nafas disini beda dengan Sesak nafas (Dyspnea) ] • Kepala pusing, kadang disetai demam Ramuan herbal yang dapat digunakan untuk mengobati perut kembung; Siapkan bahan: • 1 jari Umbi temu kunci • 12 biji Lempuyang • 5 biji Adas • 12 biji merica • 11 biji Ketumbar • 1 jari kunyit • 20 lembar Daun poko Cara pembuatannya; Umbi temu kunci digoreng terlebih dahulu. Semua bahan termasuk temu kunci direbus dengan satu mangkuk air hingga mendidih, biarkan hingga tersisa setenganya lalu angkat. Cara menggunakannya; diminum sekaligus, ramuan ini berkhasiat penangkal dan mengobati masuk angin. Mengobati Sembelit Sembelit sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang muncul menyertai penyakit, termasuk salah satunya yaitu wasir atau ambeien yang telah saya tulis pada kesempatan yang lalu. Penybab dari sembelit beragam, bisa kare kekurangan makanan berserat (buah buahan, sayuran ), terlalu banyak duduk, terlalu banyak minum kopi, atau kurang minum air putih. Semelit dapat disebuhkan dengan cara herbal yaitu dengan menggunakan wortel. Wortel mengandung serat tinggi. Adapun cara membuat ramuannya adalah sebagai berikut; Ambil dua buah wortel lalu cuci bersih, kemudian parut wortel tersebut. Hasil prutan ditambahkan 2 sendok makan air dan sedikit garam, setelahitu aduk sedikit kemudian peras dan tampung hasil perasannya digelas dan minumlah ramuan ini sehari2 kali Obat alami radang usus Radang usus terjadi pada bagian bawah usus kecil. Penyakit ini pada orang dewasa umur 20-30 tahun. Akibat yang terjadi usus menjadi tebal dan bengkak. usus menjadi kurang elastis, lubang usus menjadi termatas hingga makanan sulit lewat, kejang perut, mencret 3-5 kali sehari, demam ringan dan nafsumakan berkurang. Penyebabnya antara lain, alergi minuman keras, reaksi obat obatan kimia, obat pencahardan zat kimia dalam makanan. Gejala dari radang usus antara lain; • Perut terasa sakit atau perih terrutama disaat makan atau minum. • Nafsu makan berkurang drastis • Susah tidur • Pada beberapa kasus dapat menimbulkan demam. Tips untuk mencegah terjadinya radang usus • Jangan minum minuman berakohol • Jangan makan makanan pedas, keras dan asam • Banyak mengkonsumsi buah dan sayur • Banyak minum air putih dipagi hari Resep jamu yang dapat digunakan untu mengobati radang usus 1. Siapkan 10-30 gram Untai bunga ekor kucing dan 1 gelas air. Rebus untai bunga ekor kucing dengan tiga gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin airnya disaring dan diminum. 2. Siapkan 3 ibu jari kunyit dan 2 sendok makan madu lebah. Caranya kunyit dipaur dan diperas hingga mendapatkan 1/3 gelas, campur dengan madu dan aduk hingga rata. Ramuan ini diminum sekaligus habis dan dilakukan 3 hari berturut turut. Demikian yang dapat saya tulis mengenai resep jamu gangguan pencernaan diantaranya untuk perut kembung, sembelit dan radang usus. Kurang lebihnya mohon koreksi dan moga mambantu.

Obat Infeksi Saluran Pencernaan Tradisional Memulihkan Secara Maksimal Dengan Cepat

Obat Infeksi Saluran Pencernaan Ace Maxs adalah obat herbal multi khasiat yang berbentuk cairan kental bening terbuat dari keseluruhan ekstrak buah manggis dan sirsak yang diolah secara moderen dan ditangani oleh para ahli. Berdasarkan penelitian, di dalam teripang laut terkandung protein, mineral, mukopolisakarida, antiseptik alamiah, chondroitin. Kandungan tersebut memiliki banyak khasiat yang dapat digunakan sebagai obat sekaligus pencegahan penyakit yang aman dikonsumsi. Penelitian terhadap ekstrak manggis yang mengungkap bahwa ace maxs ini memiliki banyak manfaat seperti untuk melancarkan peredaran darah, melancarkan fungsi ginjal, meningkatkan kadar metabolisme, menyembuhkan nyeri persendian, antiseptik luka, kencing manis / diabetes, hipertensi, mencegah penyumbatan kolesterol pada pembuluh darah, gangguan pencernaan dan pernafasan, anemia dan dapat mengatasi penyakit jantung. Pengobatan ini adalah rekomendasi terbaik yang mampu membasmi virus dan bakteri yang menyebabkan infeksi saluran pencernaan, Maka dari itu jangan hawatir lagi karna kami punya solusi yang paling tepat untuk keluhan anda dengan Obat infeksi saluran pencernaan alami bebas efek samping, Tunggu apalagi …??? Segeralah pesan disini sekarang juga dan dan rasakan khasiatnya. Testimoni Ace Maxs sembuhkan gangguan pencernaan Nama : Dedi Junaidi Asal : Jakarta Umur : 46 tahun Profesi : Pegawai Swasta Penyakit : Gangguan pencernaan, Diabetes & Darah Tinggi Saya mengalami gangguan pencernaan, infeksi usus dan sedikit gula serta darah tinggi. Saya coba minum Ace Maxs , ternyata manjur, akhirnya Ace Maxs jadi pilihan utama saya demi kesehatan saya yang prima. Saya baru minum 3 botol dalam waktu 2 minggu lebih semuanya jadi baik. Cukup 30 ml atau setara 6 sendok makan setiap pagi dan malam sesudah makan, itulah aturan minumnya.

Minggu, 03 Mei 2015

Obat Diare Tradisional: Obat Herbal Jambu Biji Sebagai Cara Mengatasi Diare

Resep jamu gangguan pencernaan

Pada kesempatan ini kita akan bahas resep jamu untuk gangguan pencernaan diantaranya mengobati perut kembung, mengobati sembelit dan mengobati radang usus. Pada kesempatan yang lalu sudah saya tulis yang termasuk gangguan pencernaan juga yaitu diare pada halaman ramuan herbal untuk diare yang secara khusus membahas tentang diare dan pengobatan alaminya. Mengobati perut kembung Perut kembung sangat identik dengan masuk angin, dimana penyakit ini sangat menyiksa karena perut terasa sakit melilit dan sulit tidur. Penyebab dari perut kembung adalah, perut kosong, udara lembab, perjalanan jauh, atau banyak keluar rumah pada malam hari. Gejala perut kembung antara lain; Perut terasa sakit melilit, kalau ditepuk seperti kendang. Sesak nafas, gelisah dan susah tidur. [ Sesak nafas disini beda dengan Sesak nafas (Dyspnea) ] Kepala pusing, kadang disetai demam Ramuan herbal yang dapat digunakan untuk mengobati perut kembung; Siapkan bahan: 1 jari Umbi temu kunci 12 biji Lempuyang 5 biji Adas 12 biji merica 11 biji Ketumbar 1 jari kunyit 20 lembar Daun poko Cara pembuatannya; Umbi temu kunci digoreng terlebih dahulu. Semua bahan termasuk temu kunci direbus dengan satu mangkuk air hingga mendidih, biarkan hingga tersisa setenganya lalu angkat. Cara menggunakannya; diminum sekaligus, ramuan ini berkhasiat penangkal dan mengobati masuk angin. Mengobati Sembelit Sembelit sebenarnya bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala yang muncul menyertai penyakit, termasuk salah satunya yaitu wasir atau ambeien yang telah saya tulis pada kesempatan yang lalu. Penybab dari sembelit beragam, bisa kare kekurangan makanan berserat ( buah buahan, sayuran ), terlalu banyak duduk, terlalu banyak minum kopi, atau kurang minum air putih. Semelit dapat disebuhkan dengan cara herbal yaitu dengan menggunakan wortel. Wortel mengandung serat tinggi. Adapun cara membuat ramuannya adalah sebagai berikut; Ambil dua buah wortel lalu cuci bersih, kemudian parut wortel tersebut. Hasil prutan ditambahkan 2 sendok makan air dan sedikit garam, setelahitu aduk sedikit kemudian peras dan tampung hasil perasannya digelas dan minumlah ramuan ini sehari2 kali Obat alami radang usus Radang usus terjadi pada bagian bawah usus kecil. Penyakit ini pada orang dewasa umur 20-30 tahun. Akibat yang terjadi usus menjadi tebal dan bengkak. usus menjadi kurang elastis, lubang usus menjadi termatas hingga makanan sulit lewat, kejang perut, mencret 3-5 kali sehari, demam ringan dan nafsumakan berkurang. Penyebabnya antara lain, alergi minuman keras, reaksi obat obatan kimia, obat pencahardan zat kimia dalam makanan. Gejala dari radang usus antara lain; Perut terasa sakit atau perih terrutama disaat makan atau minum. Nafsu makan berkurang drastis Susah tidur Pada beberapa kasus dapat menimbulkan demam. Tips untuk mencegah terjadinya radang usus Jangan minum minuman berakohol Jangan makan makanan pedas, keras dan asam Banyak mengkonsumsi buah dan sayur Banyak minum air putih dipagi hari Resep jamu yang dapat digunakan untu mengobati radang usus Siapkan 10-30 gram Untai bunga ekor kucing dan 1 gelas air. Rebus untai bunga ekor kucing dengan tiga gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin airnya disaring dan diminum. Siapkan 3 ibu jari kunyit dan 2 sendok makan madu lebah. Caranya kunyit dipaur dan diperas hingga mendapatkan 1/3 gelas, campur dengan madu dan aduk hingga rata. Ramuan ini diminum sekaligus habis dan dilakukan 3 hari berturut turut.

Sabtu, 02 Mei 2015

Khasiat Belimbing Wuluh pada Pencernaan

EFEKTIFITAS DEKOK BUNGA BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) SEBAGAI ANTIMIKROBA TERHADAP BAKTERI Salmonella Typhi SECARA IN VITRO Penyakit saluran pencernaan hingga saat ini masih menjadi ancaman masyarakat dan seringkali menimbulkan kematian, terutama pada anak-anak. Ada tiga penyakit saluran pencernaan yang hingga saat ini masih jadi ancaman yakni diare, demam tifoid, dan cacingan (1). Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan yang serius di negara berkembang termasuk di Indonesia (2). Kasus demam tifoid di Indonesia, masih cukup tinggi berkisar antara 354-810 / 100.000 penduduk pertahun bersifat sporadik endemik dan timbul sepanjang tahun. Dari penelitian retrospektif yang dilakukan di Palembang selama periode 5 tahun (1990-1994) didapatkan sebanyak 83 kasus ( 21,5 %) penderita demam tifoid dengan hasil biakan darah Salmonellapositif dari penderita yang dirawat dengan klinis demam tifoid (3). Selain itu, demam tifoid menempati urutan no 8 sebagai penyakit penyebab kematian utama di Indonesia (4). Penatalaksanaan demam tifoid secara medis sampai saat ini masih menganut trilogi penatalaksaan demam tifoid yaitu antimikroba, istirahat dan diet (3). Namun bakteri penyebab demam tifoid ini telah resisten terhadap obat-obatan konvensional. Untuk itu perlu difikirkan pengobatan alternatif ataupun pengobatan pendamping yang efektif dan efisien serta aman dan cukup murah akan tetapi tetap berorientasi pada standar pelayanan kesehatan yang telah ada. Pengobatan pendamping yang dimaksud antara lain adalah dengan menggunakan ramuan tradisional yaitu dengan menggunakan bahan-bahan tradisional. Belimbing wuluh dikenal cukup baik di masyarakat Indonesia. Buahnya yang asam membuat belimbing wuluh kerap digunakan sebagai bahan campuran dalam berbagai masakan tradisional. Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) memiliki rasa yang khas dan memberikan aroma tertentu pada masakan (5). Manfaat belimbing wuluh ternyata tak hanya sebatas itu. Tanaman ini memiliki berbagai khasiat obat yang bisa sangat membantu. Bunga belimbing wuluh selain sebagai obat batuk, juga bisa digunakan sebagai obat pegal linu, gondongan, rematik, sariawan, jerawat, panu, darah tinggi, dan sakit gigi (5). Selain itu tanaman ini juga dapat menyembuhkan sakit perut, diare, gangguan pencernaan, radang rectum (6, 7). Belum ada bukti ilmiah apakah bunga belimbing wuluh sebagai ramuan obat khususnya dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk mengobati penyakit demam tifoid. Untuk itu perlu dilakukan suatu penelitian untuk mendapatkan dasar teoritis dan bukti-bukti ilmiah tentang penggunaan bunga belimbing wuluh dalam mengobati penyakit demam tifoid. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penelitian mengenai efektivitas bunga belimbing wuluh sebagai antimikroba terhadap bakteri Salmonella typhi penyebab penyakit demam tifoid. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan dekok bunga belimbing wuluh sebagai antimikroba terhadap bakteri Salmonella typhi. Sedangkan tujuan khusus dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai KHM (Kadar Hambat Minimum) dan KBM (Kadar Bunuh Minimum) dari dekok bunga belimbing wuluh terhadap bakteri Salmonella typhi serta untuk mengetahui hubungan antara jumlah koloni yang tumbuh pada pemberian konsentrasi yang berbeda dari dekok bunga belimbing wuluh. Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah memberikan informasi kepada masyarakat bahwa bunga belimbing wuluh dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif terhadap penyakit demam tifoid, ditemukannya bahan antimikroba yang murah dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dan memberikan dasar pengembangan ilmu pengetahuan tentang manfaat tanaman obat dalam hal ini bunga belimbing wuluh bagi kesehatan. Hipotesis dari penelitian ini bahwa bunga belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) memiliki daya antimikroba terhadap Salmonella typhi dan pemberian konsentrasi berbeda bunga belimbing wuluh mempengaruhi pertumbuhan koloni Salmonella typhi yaitu semakin tinggi konsentrasi bunga Belimbing wuluh akan menyebabkan pertumbuhan koloni bakteri Salmonella typhi semakin rendah. Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui efektifitas dekok bunga belimbing wuluh (Averhoa bilimbi) sebagai antimikroba terhadap bakteri Salmonella typhi secara in vitro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dilusi tabung untuk menentukan adanya Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Sediaan dekok bunga belimbing wuluh yang digunakan dalam penelitian ini dibuat dari bunga belimbing wuluh yang masih segar. Bunga belimbing wuluh dapat dengan mudah diperoleh dari pekarangan sekitar rumah sehingga diharapkan penerapan hasil penelitian ini lebih mudah bagi masyarakat. Pada penelitian ini dibuat konsentrasi awal dekok bunga belimbing wuluh sebesar 50% yang berarti dalam 50 gram bahan bunga belimbing wuluh ditambahkan aquadest steril sebanyak 100 ml. Dalam penelitian ini digunakan 4 isolat bakteri Salmonella typhi yang berasal dari penderita demam tifoid dan disimpan oleh Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Kepadatan bakteri Salmonella typhi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 104 bakteri/ml. 10 Kepadatan sel bakteri diukur dengan menggunakan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 600 nm. Penelitian ini menggunakan enam konsentrasi dekok bunga belimbing wuluh yang berbeda yaitu 0%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5%; dan 15% sebagai rentang konsentrasi yang dianggap mewakili. Keenam konsentrasi tersebut diperoleh berdasarkan percobaan pendahuluan (eksplorasi awal) yang telah dilakukan sebelummya sehubungan dengan belum diketemukannya referensi yang mendukung mengenai konsentrasi dekok bunga belimbing wuluh yang dipakai dalam penelitian. Setelah dilakukan penelitian dengan metode dilusi tabung, didapatkan hasil bahwa Kadar Hambat Minimum (KHM) terhadap bakteri Salmonella typhi ditunjukkan oleh larutan dekok bunga belimbing wuluh dengan konsentrasi 10%. Pada konsentrasi 10% larutan dekok bunga belimbing wuluh tampak jernih dan bila dibandingkan dengan kontrol bahan menunjukkan kejernihan yang sama. Pada konsentrasi yang lebih rendah yaitu pada konsentrasi 7,5%; 5%; 0% menunjukkan kekeruhan dengan tingkat yang berbeda. Sedangkan pada konsentrasi 12,5%, dan 15% larutan tampak jernih seperti pada konsentrasi 10% dan kontrol bahan. Kadar Bunuh Minimum (KBM) diperoleh dari penanaman perparat dilusi tabung pada Bismuth Sulfite Agar (BSA). Pada penelitian ini diperoleh Kadar Bunuh Minimum (KBM) adalah pada konsentrasi 12,5% dimana sudah tidak terdapat petumbuhan koloni pada BSA setelah diinkubasikan selama 18-24 jam pada suhu 37° C. Pada konsentrasi 10% belum dapat dikatakan sebagai KBM dikarenakan masih ada isolat bakteri yang menunjukkan jumlah koloni cukup besar (Isolat II, 1368 koloni). Hasil dari penelitian ini ternyata dapat membuktikan hipotesis yang diajukan, yaitu dekok bunga Belimbing Wuluh memiliki daya antimikroba terhadap bakteri Salmonella typhi (Anova, p = 0,000; R = -0,749; R2 = 0,982). Daya antimikroba bunga belimbing wuluh ini disebutkan oleh karena adanya bahan-bahan aktif yang terkandung di dalamnya yang berperan utama dalam menghambat pertumbuhan maupun membunuh bakteri Salonella typhi. Bahan aktif tersebut diantaranya adalah saponin, polifenol dan flavonoids. Saponin adalah senyawa penurun tegangan permukaan yang kuat yang menimbulkan busa bila dikocok dalam air. Sifat saponin menyerupai sabun (bahasa latin sapo berarti sabun). Saponin bekerja sebagai antimikroba dengan mengganggu stabilitas membran sel bakteri sehingga menyebabkan sel bakteri lisis. Polifenol bekerja melalui penghambatan enzim mikroorganisme oleh bagian senyawa yang teroksidasi, kemungkinan melalui reaksi dengan gugus sulfhidril atau melalui interaksi yang non spesifik dengan protein mikroorganisme. Selain itu polifenol juga dapat menyebabkan denaturasi protein bakteri (15). Flavonoid berefek antimikroba melalui kemampuan untuk membentuk kompleks dengan protein ekstraseluler dan protein yang dapat larut serta dengan dinding sel bakteri (13). Dalam penelitian ini digunakan metode dekok yaitu preparasi atau proses penyaringan bahan aktif bunga belimbing wuluh menggunakan aquadest steril dengan pemanasan di atas penangas air, sehingga bahan-bahan aktif yang berperan sebagai antimikroba yang terkandung dalam bunga belimbing wuluh kemungkinan merupakan bahan aktif yang mempunyai sifat larut dalam air yaitu senyawa saponin, flavonoid dan polifenol (13). Peneliti lain juga telah menguji daya antimikroba bunga belimbing wuluh terhadap bakteri lain, diantaranya adalah bakteri Pseudomonas aeruginosa, Escherichia coli (E.coli), Methicillin Resistant Stapylococcus aureus (MRSA) (16,17). Didapatkan hasil bahwa KHM dan KBM bakteri Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 10% sedangkan KHM untuk bakteri E.coli dan MRSA didapatkan pada konsentrasi 15%. KBM bakteri MRSA terdapat pada konsentrasi 25%, sedangkan untuk bakteri E.coli tidak ditemukan KBM. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya variasi sifat yang khas pada masing-masing bakteri tersebut. Berdasarkan dari hasil penelitian peneliti lain yang menguji efektifitas bunga belimbing wuluh terhadap bakteri diatas ternyata bunga belimbing wuluh cukup efektif sebagai antimikroba untuk bakteri Salmonella typhi, E.coli, MRSA dan Pseudomonas aeruginosa yang mewakili dari golongan Gram (+) dan Gram (-). Namun masih perlu dilakukan penelitian lain yang menguji bakteri golongan Gram (+) dan Gram (-) lainnya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dekok bunga belimbing wuluh efektif sebagai antimikroba terhadap bakteri Salmonella typhi secara in vitro, makin tinggi konsentrasi dekok bunga belimbing wuluh maka semakin rendah pertumbuhan bakteri Salmonella typhi dan Kadar Hambat Minimum (KHM) larutan dekok bunga belimbing wuluh terhadap bakteri Salmonella typhi pada konsentrasi 10%, sedangkan Kadar Bunuh Minimum (KBM) larutan dekok bunga belimbing wuluh terhadap bakteri Salmonella typhi adalah pada konsentrasi 12,5%. Setelah terbukti bahwa dekok bunga belimbing wuluh efektif sebagai antimikroba terhadap bakteri Salmonella typhi secara in vitro, maka dapat disarankan Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai bahan aktif di dalam bunga belimbing wuluh terutama yang berefek sebagai antimikroba, agar diperoleh bentuk sediaan isolasi murni dari bahan aktif tersebut serta diperlukan penelitian secara in vivo untuk mengetahui berapa dosis yang aman untuk dikonsumsi sebagai antimikroba alternatif yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi.

Jumat, 01 Mei 2015

Hujan, Waspada Penyakit Ternak

WASPADA : Setiap peternak wajib menjaga kualitas pakan ternak dan kebersihan kandang agar ternak tak mudah terserang penyakit. Foto : Iyaz/Radar Cianjur/Pojoksatu.id POJOKSATU – Cuaca yang tak menentu yang kini didominasi curah hujan yang kerap terjadi di sore hari ternyata tak mengganggu kesehatan manusia dan rentan gagal panen pada pertanian. Dampak lainnya pun berimbas pada kesehatan hewan ternak. Permasalahan ini dipengaruhi siklus perkembangan bakteri penyebab penyakit yang turut berevolusi mengikuti kondisi cuaca. Tak heran, hewan ternak seperti sapi, kambing dan beberapa jenis ternak lainnya rentan terjangkit penyakit telesia), kembung perut hingga penyakit mencret. Kasi Bina Kesehatan Ikan dan Hewan, Agung Rianto Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakanlut) Kabupaten Cianjur, Agung Rianto menyebutkan, serangan penyakit ternak meningkat akibat perkembangan bakteri dan kuman. Yang paling vital, ternak akan mudah terjangkit akibat pakan rumput muda serta kondisi pakan yang tidak steril. “Kalau penyimpanan pakannya tidak sesuai suhu udara dan tidak sehat jelas akan mengganggu pencernaan hewan,” ujarnya kepada. Di samping itu, lanjut Agung, pengaruh udara yang bercampur debu pada masa peralihan cuaca pun rentan menyerang organ mata ternak. Serangan penyakit pencernaan dan mata itu, menurut Kasi, tidak terlalu berbahaya terhadap keselamatan hewan. Hanya saja, akan mempengaruhi produktivitas dan memperlambat kemampuan pertumbuhan 0-4 persen per hari. Dampak bagi peternak yaitu akan mengeluarkan biaya tambahan untuk merawat dan mengobati ternak yang terserang penyakit. “Penyakit-penyakit itu hanya bersifat sementara karena hewan ternak relatif cepat beradaptasi dibandingkan usaha peternak saat memberikan obat,” papar Kasi. Ia mengimbau, setiap peternak yang bermukim di wilayah kering dengan kondisi udara yang kerap berdebu, agar tetap menjaga kualitas pakan ternak dan kebersihan kandang. “Apabila ada ternak yang sudah terlanjur terserang penyakit segera melapor kepada petugas guna mendapat pengobatan,” saran Agung.(yaz/dep)

Cegah Penyakit Dengan Menjaga Pencernaan Anak

Pada masa-masa bayi, sistem pencernaannya sebenarnya belum bisa bekerja optimal sehingga si kecil sering terkena gangguan pada bagian pencernaannya. Padahal, dari pencernaanya tersebut ia bisa mendapat nutrisi untuk tumbuh. Menurut dokter spesialis anak Soebijanto Marto Sudarmo, 80 persen dari sistem pertahanan tubuh terdapat di bagain pencernaan. Jika pencernaan anak sehat, maka ia tak mudah sakit. “Jadi untuk kita menjaga pencernaan dari bayi sangatlah penting, dan harus slalu kita jaga, itu semua demi kesehatanya ,” ujar Soebijanto dalam diskusi Saluran Cerna Sehat. Untuk itu, kesehatan pencernaan anak harus dijaga. Kesehatan dalam sisteem percernaan dapat diseimbangkan dengan memberikan asupan gizi seimbang. Pakar gizi medik, dokter Saptawati Bardosono mengatakan, nutrisi terbaik untuk bayi adalah air susu ibu (ASI). “Daya tahan tubuh dari bayi yang bisa didapat dari air susu ibu yang optimal bisa didapat dengan memberikan ASI dengan waktu tersingkat yaitu 6 bulan dan pemberian ASI diteruskan hingga anak berusia 2 tahun,” kata Sapta dalam acara yang sama. Sapta menjelaskan, ASI ialah suatu cairan yang terdapat di tubuh wanita, yang mengandung probiotik yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Salah satu probiotik dalam ASI, yaitu L reuteri yang terbukti bermanfaat untuk kesehatan saluran cerna anak. ASI pun sudah mencakup semua nutrisi yang dibutuhkan bayi. Jika saluran cerna bayi sehat dan tidak terganggu oleh virus atau penyakit apapun, maka bayi dapat menyerap nutrisi dengan baik ke dalam tubuh, maka perkembangan pada fisik bayi akan bagus.